Maka itu adalah kali terakhir aku menangis.
Dan jika aku sekarang menulis kesedihanku dan membaginya bukan hanya dengan kamu,
Maka ini juga adalah kali terakhir aku bilang tentang kesedihanku.
Aku bukan superman, spiderman, atau hulk yang bisa menahan beban lalu melemparnya,
Karena menahan diriku sendiri untuk tidak menyatakan beban di hatiku saja aku tidak sanggup.
Cemen.
Betul adanya bahwa aku sedih setelah kamu pergi,
Sudah kutahan,
Sudah pernah kubilang,
Dan kamu sudah tahu,
Tapi kamu tetap pergi.
Di pagi ini, pukul 11:19 di pagi menjelang siang, di bulan Juli tahun 2016, aku sudah bangun dari tidur yang kulakukan saat fajar menjelang, dan apa yang masih tersisa adalah keinginan untuk memikirkan kamu.
Tak bisa aku tangani saat hatiku sendiri yang mau membuat otakku memikirkan kamu,
Mungkin dia menyuruh si otak untuk memikirkan hal tentang 'pengakuan kesedihanku', mungkin si hati tidak kuat menahan beban dan ingin segera terbebas dari keinginan nya untuk kamu tahu tentang ini.
Suatu perasaan lega yang segera ingin dirasakan,
Lalu pergi dari kesedihan itu sendiri.
Betul bahwa ini belum berakhir dan masih ada kali pertama dan terakhir lainnya yang belum aku lalui,
Seperti jika aku bertemu denganmu lagi untuk pertama kali setelah kamu mematahkan hatiku dan beranjak melupakan begitu saja,
Aku tidak tahu bagaimana aku akan bergerak,
Ketahuilah bawa aku menganggap kita berteman, bukan bermantan.
Seperti yang kamu bilang.
Aku berencana untuk bersikap normal dan tersenyum untuk kamu,
Seperti yang kemarin aku lakukan saat aku dan kamu hanya sekadar teman, dan kita selalu akan seperti itu.
Tapi jika sikapku di luar nalarku saat nanti aku ketemu kamu untuk pertama kali setelah setidaknya pernah mempunyai bahagia yang sama dan meninggalkannya,
Aku harapkan kamu untuk maklum,
Karena itu kali pertama dan terakhir aku akan berbuat seperti itu.
Mungkin kamu kemarin hanya khilaf saat merasakan hal yang berasal dari rasa kasihan padaku,
Lalu tersadar bahwa semuanya terasa salah untukmu.
Aku tidak cantik atau apapun yang bisa membuatmu yakin bahwa kamu tidak menyesal untuk mencintaiku,
Aku hanya bisa begini-begini saja, mengikuti alurmu, dan menerima semuanya dengan lapang dada,
Bahkan itu saja tidak cukup untukku sendiri.
Kamu mungkin sudah menebak tentang sikapku yang tidak mengungkapkan apa-apa tentang kesedihanku saat kita kembali pada pertemanan,
Ya, aku yang sok kuat memendam itu,
Supaya kamu tahu bahwa aku baik-baik saja.
Ketahuilah bawa benar adanya aku baik-baik saja,
Hanya hatiku yang tidak,
Tapi kupastikan besok hatiku akan sehat dan bahagia kembali setelah menulis ini.
Apa yang benar adalah keinginanku untuk tidak menulis kesedihanku dan membaginya dengan orang lain, membuat mereka tahu,
Karena mereka sekalipun tidak tahu tentang bahagiaku,
Yang aku inginkan adalah mereka tidak boleh tahu tentang kesedihanku,
Itu sulit ketika yang menginginkannya adalah hatiku.
Sadarilah bahwa aku hanya ingin kamu yang tahu tentang kesedihanku,
Karena sedihku tertuju pada kamu,
Bukan orang lain.
Aku sudah bilang langsung padamu malam itu,
Meski lewat pesan singkat,
Tentang kesedihanku saat kamu meninggalkan ruang percakapan yang syarat dengan perasaan yang sempat terbalas.
Karena aku hanya butuh kamu yang tahu,
Dan cukup kamu yang tahu kesedihanku,
Karena itu tertuju lurus pada kamu.
Tapi sekali lagi hatiku bertolak belakang dengan pendirianku,
Hatiku tak pernah sekecewa ini,
Berteriak lantang ingin membuat semua orang tahu bahwa kamu adalah punya aku,
Tapi sekarang yang tersisa adalah hanya kata 'pernah'.
Aku sempat ingin membuat pengumuman bahwa aku adalah punya kamu dan kamu punya aku,
Memperlihatkan pada semua orang bahwa aku sudah mencintai orang lain, jangan mengangguku, aku sudah bahagia,
Terutama aku bangga memiliki kamu.
Tapi itu saja tidak cukup.
Suatu tindakan bodoh dan akan membuatmu marah setengah mati padaku karena orang-orang tahu.
Ketahuilah aku takut akan itu.
Banyak pertanyaan yang mampir di kepalaku tentang kebingunganku, mengingat-ingat apa salah yang pernah kuperbuat dan apa yang salah dariku.
Tapi mungkin tidak ada alasan lain selain kamu sudah tidak mau padaku.
Ketahuilah bahwa aku tidak membenci kamu atau menyalahkan kamu,
Aku berterimakasih pada kamu yang sudah membuatku jatuh hati dan mengalah tanpa alasan buatmu,
Sungguh aku merasa senang walaupun cuman sebentar,
Dan aku akan merasa senang seterusnya,
Putus dari hubungan pacaran bukan berarti membuat perasaan ikut putus,
Dia mengikutiku tanpa aku meminta,
Dan perlu kamu ketahui bahwa aku tidak keberatan dengan itu.
Aku masih bersamanya, bahkan ketika menatap jalanan dan tempat-tempat yang selalu mempunyai alasan untuk mengenang.
Ini hanya kesedihanku yang kutulis demi kamu ketahui bahwa hatiku takkan bersedih lagi pada hari besok,
Aku mencintaimu,
Tapi itu saja tidak cukup,
Maka aku harus membiarkanmu bahagia tanpa ada namaku yang menjadi bagian.
Dengan itupun aku juga merasa bahagia.
Dan dengan beginipun aku tahu kamu akan bilang tidak peduli,
Dengan begitu pula aku berhenti.
Sincerely Me,
Nede.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar